- Mari Terus Berkreasi, Berinovasi, dan Berkarya Bersama SAGUSAVI dan IGI -

Minggu, 28 Januari 2018

Modul 3.2 - Lanjutan Teknik Pengambilan gambar - Istilah dalam Broadcasting - Struktur Program Sagusavi Bagian 5


Pengambilan gambar (shooting) untuk pembuatan film pendek, tentunya mengacu pada storyboard yang sudah dibuat sebelumnya. Pada teknik pengambilan gambar ini, kita akan pelajari lebih dahulu istilah istilah yang harus kita ketahuai berkaitan dengan proses pembuatan film.

Istilah-istilah dalam Pengambilan Gambar dan Editing Audio Video (Broadcasting):
GERAKAN KAMERA
Pan, Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya
a). Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan)
b). Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri)
Tilt, Tilting adalah gerakan kamera secara vertical,mendongak dari bawah ke atas atau sebaliknya
a). Tilt up : mendongak ke atas
b). Tilt down : mendongak ke bawah
Dolly, Track adalah gerakan di atas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subyek
a). Dolly in : mendekati subyek
b). Dolly out : menjauhi subyek
Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Porta-Jip Traveller.
a). Pedestal up : kamera dinaikan
b). Pedestal down : kamera diturunkan
Crab adalah gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang berjalan.
a). Crab left (bergerak ke kiri)
b). Crab right ( bergerak ke kanan)
Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya
Zoom adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya
a). Zoom in : mendekatkan obyek dari long shot ke close up
b). Zoom out : menjauhkan obyek dari close up ke long shot
Follow : Gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.
Crane shot : Gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.
Fading: Pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1  dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.
Framing: Objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame out jika keluar bingkai.
Tracking: Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
a). Track in: gerak kamera mendekati obyek
b). Track out: gerak kamera menjauhi obyek
Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak :
· Objek bergerak sejajar dengan kamera.
· Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.
· Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.
Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.
Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.
Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.
Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.
Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan  di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.
Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.
Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar  belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek  satu ke objek lain secara cepat.
Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.
Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang       sedang melaju kencang.
Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.
Over Shoulder: pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk       memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
Profil Shot: jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.

Bagi para cameraman profesional sering juga melakukan white balance dengan cara manual yaitu dengan mengatur Colour Temperature pada menu di kamera.
Zoom
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle).
1. Zoom in: mendekatkan objek dari long shot ke close up
2. Zoom out: menjauhkan objek dari close up ke long shot.
3. Zooming bisa dilakukan dengan dua cara:
a). Manual: dengan memutar ring zoom pada lensa
b). Servo: Biasanya tombol zoom servo ada pada handle camera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera.                 

Fokus
Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga di viewfinder dan monitor.

Depth of field atau bidang kedalaman adalah bidang dimana objek-objek di depan dan di belakang objek utama tampak dalam fokus.
Secara teknis, shot dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan cameraman mengikuti gerakan objek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan kita untuk terus menerus follow focus apabila kamera atau objek bergerak.
Secara estetis depth of field sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan adegan (shot).

* 3 hal yang menentukan depth of field :

1. Panjang Fokal Lensa
Semakin panjang fokal lensa = bidang kedalaman semakin      sempit atau kata lainnya fokus semakin tipis.
2. f-stop/iris
Lebih besar bukaan iris (lebih kecil f-stop) = bidang kedalaman  semakin sempit/ fokus semakin tipis. Misal f/16 bidang kedalamannya lebih lebar dari f/2.0
3. Jarak kamera dengan objek
a). Semakin jauh jarak kamera dengan objek = semakin luas bidang kedalaman
b). Semakin dekat jarak kemera dengan objek = semakin sempit bidang kedalaman.

Audio Levels
Jangan abaikan audio level pada kamera karena selain kualitas gambar, kualitas audio juga tidak kalah pentingnya. Ingat Televisi adalah gabungan antara gambar dan suara. Ada gambar tanpa audio yang bagus akan sangat mengganggu pemirsa bahkan informasi yang akan disampaikan tidak sampai kepada penonton. Atur audio level jangan sampai under ataupun over (peak).

Menjelaskan multimedia communication
Tahapan Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video
1. Kenali dan Pahami Kamera Video
Semua alat yang akan digunakan harus benar – benar dikuasai supaya meminimalisasikan kesalahan pengambilan gambar nantinya.
2. Rekaman Video yang Layak Dilihat dan Disimpan
Rekaman video dikatakan layak untuk dilihat dan disimpan jika memenuhi 4 syarat : cukup pencahayaan, fokus, stabil dan cukup durasi.
3. Rekaman Video yang Layak Dinikmati
Rekaman video yang layak dinikmati harus memenuhi kaidah – kaidah sebagai berikut:
a). Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines, Vertical Lines, Thirds  Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background,         Foreground.
b). Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up, Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme Long Shot.
c). Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over Shoulder          Shot, Establishing Shot.
d). Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ), Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out )
e). Camera Angle # 1 : Normal Angle, Low Angle, High Angle
f). Camera Angle # 2 : Objective Camera, Subjective Camera
g). Shot By Camera Positions : Face Shot, ¾ Shot, Profile Shot, Over         Shoulder Shot
h). Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity

4. Rekaman Video yang Selesai dan Layak Tonton
 Sebuah karya videografi yang selesai dan siap ditonton umumnya melewati tahap-tahap berikut ini:
a). Pra Produksi : Proses perencanaan dan persiapan     produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang dituju. Meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional dan desain kreatif ( riset, penulisan outline, skenario, storyboard, dsb.).
b). Produksi : Proses pengambilan gambar di lapangan (shooting).
c).Pasca Produksi : Proses penyuntingan di ruang editing, memadukan hasil rekaman video dengan berbagai elemen audio visual lainnya.
d).Presentasi : Menyajikan hasil penyuntingan (editing) dalam format siap tonton (kaset, VCD, DVD, dsb.)
e).Distribusi : Penyebarluasan karya videografi (screening,      penjualan, broadcasting, webcasting, dsb.).

FUNGSI CLAPPERBOARD
Pada waktu kamu merekam dengan menggunakan kamera video perekam, gambar dan suara akan menjadi selaras karena direkam pada pita yang sama. Mulai dari durasi, nomor/nama adegan, tanggal pengambilan gambar, dan nomor urut pengambilan gambar.        
*Clapperboard adalah cara untuk menangani proses peyelarasan atau sinkronisasi. Bagian bawah clapperboard biasanya berupa       papan yang digunakan untuk

Yang Harus Diperhatikan Dalam Pengambilan Gambar:
1. Jangan melanggar garis imajiner / directional line. Bila hal ini dilakukan, maka gambar akan         terkesan tabrakan atau bolak – balik,atau disebut juga jump shot
2. Perhatikan head room, ruang yang cukup dibagian atas kepala.
3. Perhatikan looking room, ruang pandangan mata      yang berimbang.
4. Perhatikan nose position, tetapkan posisi hidung tepat berada ditengah  layer televise.
5. Hindari sporius object, benda – benda yang mengganggu komposisi.
6. Semua gambar yang kita rekam harus memiliki motivasi dan informasi.
7. Perhatikan continuity, kesinambungan jalan   cerita jangan sampai ada yang hilang, sehingga alur ceritanya utuh .
8. Usahakan untuk selalu melakukan edit by camera ketika melakukan pengambilan gambar,      terutama untuk sewaktu – waktu yang sangat singkat, dimana gambar dibutuhkan sesegera    mungkin.
9. Pada wawancara Liputan Khusus ambil arah    looking room setiap narasumber berbeda ( ke kanan x ke kiri ) agar tidak monoton.
10. Untuk mempermudah proses editing, saat pengambilan establish minimal still 8”, begitu pula saat zoom /panning beri awal dan akhir still 8”
11. Setting audio min 3.0 db max 0 db (atmosfer lebih kecil)

---<<< Bersambung ke Modul 4 >>>---

MODUL 1.1  -  MODUL 1.2  -  MODUL 1.3  -  MODUL 1.4   -   MODUL 2




Founder Kanal:
Wasekjen IGI Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan

4 komentar:

  1. Apakah pengambilan gambar hanya menggunakan video di hp sudah cukup?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf baru sempat membalas komentar ibu,
      Utuk pengambilan gambar/shooting, bebas menggunakan kamera apa saja, termasuk menggunakan HP.
      Silakan lanjutkan.
      terimakasih

      Hapus
  2. Pak widi kalau rekamnya pakai aplikasi kinemaster langsung bisakan pak????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin editting maksudnya pak? Saya jg editting pakai kinemaster karena spek laptop tidak mumpuni..

      Hapus

Testimoni Sekjen IGI Tentang SAGUSAVI